SABUN KEFIR SUSU adalah sabun untuk perawatan wajah dan tubuh.. dibuat dari Krim Susu Kefir, Kombucha Greentea dan Minyak Premium spt: VCO, Zaitun (Olive Oil) dan Rice Bran Oil..
.
Khasiat Sabun Kefir :
-Mencerahkan Wajah.
-Menghilangkan Jerawat.
-Menyamarkan Noda Hitam.
-Mengecilkan Pori2.
danmasih banyak manfaat lainnya..
.
.
Harga eceran @15rb..
Harga minimal pembelian 10Pcs = 100rb..
Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi saya..
Ratno - WA : 085 725 449 919
Kefir Hexagonal
Masyarakat Pegunungan Kaukasus
sebagai tempat asal Kefir, yang terkenal memiliki umur sangat panjang,
yaitu lebih dari 100 tahun, dipercaya bahwa benih Kefir diberikan
kepada rakyat Kaukasus oleh Nabi Muhammad SAW., sehingga benih Kefir
itu disebut “Butir benih dari Nabi” (The grains of Prophet).
Kefir Hexagonal adalah
Pangan Fungsional Probiotik yg terbuat dari susu sapi yg telah diolah menjadi susu hexagonal, yg kemudian di fermentasi dengan Kefir Grains, dengan kandungan bakteri probiotik lebih dari 40 jenis (Beneficial Bacteria )serta ragi (yeast).
Dengan adanya proses pengolahan susu dgn alat pembuat hexagonal maka cairan kefir yg terbentuk akan berstruktur Hexagonal dan mengandung gelombang bio energi yg bermanfaat mudah terserap oleh tubuh secara lebih efektif serta dapat memancarkan energi positif dari tubuh sehingga menyebabkan tubuh menjadi tambah fit atau ber-energi.
Bio energi ini tidak terdapat dlm kefir yg di fermentasi secara tradisional ( blm diolah menjadi hexagonal). Setelah air susu sapi di treatmen dgn alat hexagonal, maka struktur air susu akan berbentuk hexagonal yg bermanfaat buat tubuh setelah di fermentasi dgn Bibit Kefir / Kefir Grain.
Untuk itulah produk kami bernama "Kefir Hexagonal" utk membedakan kefir biasa dan yg sdh diolah/di treatment menjadi kefir Hexagonal.
Kefir Hexagonal adalah
Pangan Fungsional Probiotik yg terbuat dari susu sapi yg telah diolah menjadi susu hexagonal, yg kemudian di fermentasi dengan Kefir Grains, dengan kandungan bakteri probiotik lebih dari 40 jenis (Beneficial Bacteria )serta ragi (yeast).
Dengan adanya proses pengolahan susu dgn alat pembuat hexagonal maka cairan kefir yg terbentuk akan berstruktur Hexagonal dan mengandung gelombang bio energi yg bermanfaat mudah terserap oleh tubuh secara lebih efektif serta dapat memancarkan energi positif dari tubuh sehingga menyebabkan tubuh menjadi tambah fit atau ber-energi.
Bio energi ini tidak terdapat dlm kefir yg di fermentasi secara tradisional ( blm diolah menjadi hexagonal). Setelah air susu sapi di treatmen dgn alat hexagonal, maka struktur air susu akan berbentuk hexagonal yg bermanfaat buat tubuh setelah di fermentasi dgn Bibit Kefir / Kefir Grain.
Untuk itulah produk kami bernama "Kefir Hexagonal" utk membedakan kefir biasa dan yg sdh diolah/di treatment menjadi kefir Hexagonal.
Kefir Hexagonal bukan hanya meredam keluhan, tapi mempunyai gelombang bio energi jg melakukan penyembuhan
dan recovery atas kerusakan yang terjadi, karena Kefir Hexagonal mengandung
mineral dan asam amino esensial yang berfungsi sebagai unsur
pembangun, pemelihara dan memperbaiki sel yang rusak.
Kefir bukan hanya meredam keluhan, tapi mampu melakukan penyembuhan dan recovery atas kerusakan yang terjadi, karena Kefir mengandung mineral dan asam amino esensial yang berfungsi sebagai unsur pembangun, pemelihara dan memperbaiki sel yang rusak.
Kefir telah terbukti dapat mencegah dan mengobati:
- Gangguan lambung &pencernaan seperti maag (gastritic, stomach ulcer, peptic ulcer, duodenal ulcer), colitis, colon cancer, sembelit, diare.
- Arthritis, rematik, gout (kelebihan asam urat),
- Alergi (termasuk asthma), meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunitas),
- Detoksifikasi (menghilangkan racun dari dalam tubuh), migren
- Penyempitan pembuluh darah.
- Jantung (Ischemic Heart Desease)
- Stroke, tekanan darah tinggi,
- Anti-carcinogenic (pencegah kanker),
- Insomnia (sulit tidur).
- Mengendalikan kadar kolesterol
- Mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes.
- Menetralkan pengaruh buruk junkfood atau kelebihan konsumsi gula.
- Candidiasis, Sindrom Kelelahan Kronis, ADHD.,
- Emphysema,Tuberculosis,Hepatitis,
- Meningkatkan kesuburan dan stamina pria maupun wanita
- dan berbagai khasiat lainnya.
Bahkan ada penderita leukemia (kanker darah) yang sembuh setelah mengkonsumsi Kefir secara teratur.
Menyimpan & Mengonsumsi Kefir
Kefir
harus disimpan di lemari pendingin (0 - 4 derajat Celcius).
Hindarkan dari bahan pengawet, dan jangan dipanaskan. Tahan sampai 2
minggu di kulkas (simpan di bagian tempat penyimpanan daging/chiller).
Mengkonsumsi Kefir sama dengan mengonsumsi makanan sehat biasa. Tidak ada efek samping bila kelebihan mengonsumsi Kefir.
Karena sifatnya sebagai agen detoksifikasi, jangan dikonsumsi pada saat pengobatan dengan antibiotika*.
**********
**********
Probiotik* : adalah
mikroorganisme yang berguna, dan kalau konteksnya adalah pangan,
berarti makanan atau minuman yang berisi mikroorganisme-mikroorganisme
yang begitu masuk dalam tubuh akan dapat berguna dan meningkatkan
kesehatan tubuh.
Antibiotika* :
adalah zat kimia yg dihasilkan oleh berbagai mikroorganisme, bakteri
tertentu, fungsi, dan aktinomisetet yg dlm kadar rendah sudah
mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan atau menghancurkan
bakteri atau berbagai mikroorganisme yg lain.
KEFIR MINUMAN PROBIOTIK UNTUK KESEHATAN
Kefir adalah minuman fermentasi yang mengandung organisme "Probiotic
hidup" dan kaya akan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh: proteins,
mineral dan vitamin.
Saat ini di dunia dikenal 2 jenis Kefir yaitu :
Kefir Susu ( Milk Kefir ) dan Kefir Bening ( Water Kefir ), namun ada yang menambahkan dengan Kefir Teh atau Kombucha Tea.
Kefir Susu ( Milk Kefir ) dan Kefir Bening ( Water Kefir ), namun ada yang menambahkan dengan Kefir Teh atau Kombucha Tea.
Kefir Susu adalah minuman terbuat dari susu sapi segar yang
difermentasi, dikenal sejak berabad-abad berawal di Pegunungan Kaukasus
Utara ( Persia ). Kata "Kefir" berasal dari bahasa Turki 'Keif' yang
berarti "Perasaan Menyenangkan".
Kefir Bening / Water Kefir adalah minuman segar, bersifat Isotonic yang terbuat dari fermentasi kultur "Water Kefir", Air dan sari buah.
Sejarah Asal Kefir
Legenda mengisahkan butiran Kefir pertama diberikan oleh Nabi kepada
kaum ortodok di Persia dan dilarang untuk diberikan kepada orang
asing, sebab akan menghilangkan "kekuatan ajaib"nya, oleh sebab itu
selama berabad-abad rahasia kesehatan bangsa Persia tertutup oleh
misteri.
Marcopolo telah mengenal Kefir dalam catatan expedisinya dan dikenal
di Eropa pada tahun 1900 an. Tahun 1908, Irina Sakharova
memperkenalkan kefir ke Moskow untuk digunakan bagi pengobatan yang
membawa kesuksesan, sehingga di tahun 1973 diusia yang ke 85, Irina
mendapatkan penghargaan dari Kementrian Kesehatan. Kefir sangat populer
di Rusia dan menjadi minuman kesehatan yang sangat diandalkan di
negara yang sangat dingin ini. Kefir Rusia dikenal paling baik didunia.
Saat ini telah banyak produk turunan yang mirip dengan Kefir yaitu
Yogurt, Yakult dan aneka minuman probiotik lain. Namun hanya Kefir yang
memiliki kesempurnaan kandungan dan khasiat.
Rasa dan Aroma
Kefir susu berasa agak asam menyegarkan, beraroma keju, kental dan seolah bersoda.
Kefir Bening berasa asam menyegarkan, beraroma buah, bening dan seolah bersoda.
Kadaluwarsa
Jika disimpan didalam kulkas bersuhu dingin kefir akan tetap layak
untuk dikonsumsi lebih dari 2 bulan, jika diluar kulkas maka sekitar 1
minggu dengan efek lebih terasa asam. Kefir jangan dibekukan agar efek
probiotik lebih optimal.
Kandungan
Kefir mengandung bakteri, ragi, minerals dan asam amino yang penting
untuk membantu tubuh agar fungsi pemeliharaan dan penyembuhan
sempurna, terutama fungsi pencernaan.
Bersifat antioxidant dan anti toxin
Tryptophan, salah satu asam amino yang terpenting berlimpah di
Kefir, dikenal berperan memberikan rasa relax di system saraf. Juga
calcium dan Magnesium, kaya akan Vit. B12,B1 dan Vit K.
Asam Laktat, sangat berlimpah, berfungsi sebagai anti kanker dan anti mutasi sel
Cara Kerja Kefir melindungi tubuh kita
Mengandung beragam jenis asam yang sangat baik bagi tubuh, kandungan
bakterinya, sangat bersahabat bagi pencernaan, dengan pencernaan yang
berfungsi sempurna, maka semua keluhan secara berangsur akan
dinormalkan kembali. Pola makan yang tidak benar membuat kita menderita
sakit, dengan pola makan yang sehat yang mengandung Probiotik tubuh
akan disehatkan. Di usia sebelum 25 tahun, pencernaan kita pada umumnya
dalam kondisi yang terbaik, sehingga tidak mengenal sakit
kolesterol,asam urat dan lain-lain, sedangkan usia diatas 30 tahun
adalah saat dimana fungsi pencernaan melemah. Kefir mengembalikan
fungsi pencernaan Anda seperti saat masih diusia remaja.
Cara minum
Untuk Kefir Susu, cukup 200 ml setiap habis makan berat, mis: Bakso, Ikan Bak
Kefir Susu
Minuman Probiotik yg Menyehatkan & Menyembuhkan
Agnes Yuliana - Fakultas Biologi Universitas Nasional
Pengertian
Kefir adalah susu yang difermentasi dan berasal dari Caucasus. Kefir dibuat dengan menginokulasi susu sapi, kambing atau domba dengan biji kefir. Kefir tradisional dibuat dalam kantong kulit yang tergantung dekat pintu masuk/keluar dan kantong diketuk oleh setiap orang yang melintas untuk membantu susu dan biji kefir tercampur dengan baik.
Menurut Albaarri dan Murti (2003) kefir adalah produk susu yang difermentasikan dengan menggunakan bakteri asam laktat seperti Lactobacillus lactis, Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus, dengan ragi dalam proses fermentasi tersebut menghasilkan asam dan alkohol. Pada tahap akhir proses dilakukan dalam kemasan tertutup untuk tujuan produksi karbonat.
Kefir berasal dari pegunungan Kaukasian sebelah utara atau sebelah timur laut Mongolia, dan telah diproduksi selama ratusan tahun dalam skala rumah tangga secara tradisional dalam kantung kulit, atau dalam tembikar. Bahan untuk pembuatan kefir biasanya adalah susu sapi atau susu kambing. Kefir ini diproduksi di negara-negara di Rusia dan hanya sedikit diproduksi di negara-negara Eropa (Surono, 2004). Kefir mengandung 0.5 – 1,0 % alkohol dan 0,9 – 1,1 % asam laktat. Produk ini sangat populer di Uni Soviet, dimana konsumsi kefir mencapai 4,5 kg per kapita per tahun (Rahman et al., 1992).
Kefir diperoleh melalui proses fermentasi susu pasteurisasi menggunakan starter berupa butir atau biji kefir (kefir grain/kefir granule), yaitu butiran-butiran putih atau krem dari kumpulan bakteri, antara lain Streptococcus sp., Lactobacilli dan beberapa jenis ragi/khamir nonpatogen. Bakteri berperan menghasilkan asam laktat dan komponen flavor, sedangkan ragi menghasilkan gas asam arang atau karbon dioksida dan sedikit alkohol. Itulah sebabnya rasa kefir di samping asam juga sedikit ada rasa alkohol dan soda, yang membuat rasa kefir lebih segar, dan kombinasi karbon dioksida dan alkohol menghasilkan buih yang menciptakan karakter mendesis pada produk (Usmiati, 2007).
Fermentasi susu menjadi kefir menghasilkan senyawa metabolit yang bermanfaat bagi kesehatan yaitu eksopolisakarida dan peptida bioaktif. Kedua senyawa tersebut akan menstimulasi sistem kekebalan tubuh. Polisakarida yang terbentuk pada kefir juga berperan sebagai antitumor. Senyawa lain yang terdapat pada kefir adalah kandungan β-galactosidase yang baik untuk penderita laktose intoleran. Komponen antibakteri juga dihasilkan selama fermentasi kefir seperti asam organik (asam laktat dan asetat), karbondioksida, hidrogen peroksida, etanol, diacetil dan peptida (bakteriosin) yang tidak hanya berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan bakteri pembusuk selama pengolahan dan penyimpanan makanan, tetapi dapat pula digunakan untuk pencegahan beberapa gangguan pencernaan dan infeksi (Farnworth, 2005).
2. Nilai Gizi dan Khasiat
Kandungan zat gizi kefir hampir sama dengan susu yang digunakan sebagai bahan kefir namun memiliki berbagai kelebihan bila dibandingkan dengan susu segar. Kelebihan tersebut yaitu adanya :
1) Asam yang terbentuk dapat memperpanjang masa simpan, mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk sehingga mencegah pertumbuhan mikroorganisme patogen sehingga meningkatkan keamanan produk kefir (Fardiaz, 1987).
2) Meningkatkan ketersediaan vitamineral (B2, B12, asam folat, fosfor dan kalsium) yang baik untuk tubuh,
3) Mengandung mineral dan asam amino esensial (tryptopan) yang berfungsi sebagai unsur pembangun, pemelihara, dan memperbaiki sel yang rusak,
4) Fosfor dari kefir membantu karbohidrat, lemak dan protein dalam pembentukan sel serta untuk menghasilkan tenaga,
5) Mengandung kalsium (Ca) dan magnesium (Mg), Chromium (Cr) sebagai unsur mineral mikro esensial (Surono, 2004).
Kefir mengandung sekitar 0,8% asam laktat dan 1% alkohol. Ditinjau dari kandungan gizi minuman ini hampir sama dengan susu asalnya kecuali pada laktosanya agak rendah (Harris dan Karmas, 1989). Beberapa efek kesehatan yang dapat diperoleh dari bakteri asam laktat sebagai probiotik antara lain dapat memperbaiki daya cerna laktosa, mengendalikan jumlah bakteri patogen dalam usus, meningkatkan daya tahan alami terhadap infeksi dalam usus, menurunkan serum kolesterol, menghambat tumor, antimutagenik dan antikarsinogenik, meningkatkan system imun, mencegah sembelit, memproduksi vitamin B dan bakteriosin (senyawa antimikroba) dan inaktivasi berbagai senyawa racun dan menghasilkan metabolit-metabolit seperti H202 dan asam laktat (Sari, 2007).
3. Proses Pembuatan
Bibit atau inokulan dalam pembuatan kefir disebut biji kefir, yang sebetulnya merupakan bibit kefir yang sudah dikeringkan. Biji ini sebetulnya kumpulan berbagai jenis mikroba yang menempel di permukaan kasein (protein susu). Biji tersebut berwarna putih kekuningan dan tidak dapat larut dalam air maupun beberapa pelarut lainnya. Bila biji kefir dimasukkan dalam susu maka biji tersebut akan mengembang karena menyerap air dan warnanya berubah menjadi putih. Biji kefir mengandung 24% polisakarida yang bersifat lengket (antara lain mengandung amilopektin) serta mikroba simbiotik yaitu khamir (Saccharomyces kefir dan Torula kefir), Lactobacilli (Lactobacillus caucasicus), Leuconostocs serta Streptokoki laktat (Rahman et al., 1992).
Bibit kefir dapat dipakai ulang beberapa kali dan bibit ini diperoleh dengan cara pemisahan melalui penyaringan. Kemudian biji kefir dicuci dan direndam dalam air dingin dan disimpan pada suhu 4˚C. Penyimpanan dengan cara basah ini hanya tahan satu minggu. Bila akan disimpan dalam jangka waktu yang lama, biji kefir harus dikeringkan dengan cara dibungkus kain bersih selama 36 – 48 jam pada suhu kamar, kemudian disimpan pada suhu 4˚C. Biji kefir kering ini dapat dipertahankan aktivitasnya lebih dari satu tahun (Rahman et al.,1992).
Bahan baku pembuatan kefir adalah susu, baik susu sapi, domba maupun kambing. Susu dipanaskan pada suhu 85˚C selama 30 menit atau 95˚C selama 5 menit. Tujuan pemanasan untuk membunuh mikroba yang tidak diinginkan dan denaturasi protein untuk meningkatkan viskositas produk. Kemudian susu didinginkan (22 – 23˚C) dan ditambahkan biji kefir, diinkubasi pada suhu 22 – 23˚C selama kurang lebih 20 jam atau pada suhu 10˚C selama 1 – 3 hari. Pada akhir fermentasi produk mengandung alkohol 0,5 – 1,0 % dan asam laktat 0,9 – 1,1 % dan gas CO2. Biji kefir dipisahkan dari produk, dicuci dan dipersiapkan untuk produksi selanjutnya. Untuk meningkatkan stabilitas maka kefir didinginkan pada suhu 5˚C selama beberapa jam untuk pematangan sehingga diperoleh kefir yang baik mutunya (Rahman et al., 1992).
Analisa
1. Bahan baku pembuatan kefir adalah susu segar. Susu yang dapat digunakan antara lain susu sapi, susu kambing, susu kedelai, maupun susu kacang hijau. Bahan baku yang digunakan harus yang mempunyai kualitas baik, karena produk akhir yang baik dan berkualita dipengaruhi oleh bahan baku yang baik pula. Jika berasal dari hewan, keadaan sebelum pemerahan maupun setelah pemerahan akan mempengaruhi kualitas susu. Adapun hal-hal yang mempengaruhi kualitas susu sebelum pemerahan antara lain makanan yang diberikan kepada sapi/kambing yang akan dambil susunya, kemudian kebersihan tempat pemeliharaan hewan ternak tersebut. Lalu ketika pemerahan harus dilakukan secara aseptis, mulai dari hewan ternak tersebut dibersihkan terlebih dahulu (putting susunya) , kemudian menggunakan perlengkapan yang aseptis dan pekerjanya juga harus dalam kosndisi yang bersih. Setelahpemerahan susu juga harus ditempatkan pada wadah yang bersih dan tertutup agar tidak terkontaminasi mikroba-mikroba lainnya.
2. Proses pasteurisasi
Proses pasteurisasi dilakukan pada suhu 85oC (30 menit) atau 95oC (5 menit). Proses ini dilakukan untuk membunuh bakteri-bakteri pathogen yang ada pada bahan baku susu segar. Jika suhu yang digunakan kurang dan waktu yang digunakan juga kurang dari yang sudah ditetapkan, maka ada kemungkinan masih terdapat mikroba pathogen dalam susu tersebut, sehingga nantinya juga akan menghambat kinerja biji kefir (Bakteri Asam Laktat dan khamir) dalam pembentukan kefir. Sehingga nanti kadar asam laktat, kekentalan maupun kadar alkoholnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
3. Didinginkan sampai 22oC
Bahan baku yang sudah di pasteurisasi harus didinginkan sampai suhu sekitar 22oC dan tambahkan bibit kefir. Dan ditempatkan pada wadah yang steril (wadah susu/botol). Penggunaan suhu sekitar 22oC karena suhu ini merupakan suhu optimum bagi pertumbuhan bibit kefir. Jika suhu yang digunakan bukan merupakan suhu optimum maka bibit kefir yang berisi BAL dan khamir tidak akan berkerja optimum atau bahkan bisa rusak kalau suhu yang digunakan lebih tinggi.
4. Inkubasi pada suhu kamar selama 20-24 jam. Diharapkan pada masa inkubasi ini terjadi fermentasi sehingga menghasilkan asam laktat dan alcohol sehingg dihasilkan kefir yang berkualitas dan juga kental.
5. Saring biji kefir dari priduk kefir yang sudah jadi. Kemudian biji kefir dicuci kembali dengan air dingin sehingga dapat digunakan kembali. Filtrate kefir yang sudah jadi dapat ditambahkan pemanis, esens ataupun buah segar untuk menambah rasa.
6. Kefir yang sudah jadi dapat dikemas, dan untuk menjaga mutu dan kestabilan kefir, kefir dapat disimpan pada suhu 5oC.
Dalam memproduksi susu fermentasi yang berkualitas harus memenuhi beberapa syarat berikut ini :
1. Bahan baku susu segar harus memenuhi standar kualitas sebagai susu segar menurut Standar Nasional Indonesia (SNI).
2. Peralatan yang akan digunakan dalam proses pengolahan pada susu fermentasi harus benar-benar steril. Sterilisasi alat dapat dilakukan dengan cara direbus dalam air mendidih atau dibilas dengan air panas.
3. Lingkungan/ ruangan tempat pengolahan susu fermentasi harus bersih dan meja tempat pengolahan harus aseptic.
4. Pekerja harus bersih, steril, dan higienis. Sebelum menginokulasikan starter, tangan pekerja harus dicuci dengan sabun, lalu dikeringkan.
5. Semua tahap dalam pengolahan susu fermentasi dilakukan secara aseptic.
E. Aktivitas Antibakteri
Komponen antimikroba adalah suatu komponen yang bersifat dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau kapang (bakteristatik atau fungistatik) atau membunuh bakteri atau kapang (bakterisidal atau fungisidal). Zat aktif yang terkandung dalam berbagai jenis ekstrak tumbuhan diketahui dapat menghambat beberapa mikroba patogen maupun perusak makanan. Zat aktif tersebut dapat berasal dari bagian tumbuhan seperti biji, buah, rimpang, batang, daun, dan umbi. Berbagai bahan pangan secara alami memiliki aktivitas antibakteri seperti misalnya komponen aktif yang terdapat dalam bawang putih mempunyai efek penghambatan terhadap beberapa mikroba patogen seperti Staphylococcus aureus, E. coli, dan Bacillus cereus dan menghambat produksi toksin dari Clostridium botulinum tipe A dengan menurunkan produksi toksinnya sebanyak 3 log cycle (Ardiansyah, 2007).
Mekanisme penghambatan mikroorganisme oleh senyawa antimikroba dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
(1) gangguan pada senyawa penyusun dinding sel,
(2) peningkatan permeabilitas membran sel yang dapat menyebabkan kehilangan komponen penyusun sel,
(3) menginaktivasi enzim, dan
(4) destruksi atau kerusakan fungsi material genetik. Kemampuan senyawa antimikroba untuk menghambat aktivitas pertumbuhan mikroba dalam sistem pangan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya temperatur, pH (keasaman), ketersediaan oksigen, dan interaksi/sinergi antara beberapa faktor tersebut (Ardiansyah, 2007). Efek antagonistik atau antibakteri bakteri asam laktat ada dua kelompok besar yaitu berupa metabolit primer yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat seperti asam laktat, CO2, diasetil, asetaldehida dan hidrogen peroksida dan bakteriosin suatu senyawa protein yang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri sejenis (Surono, 2004).
Kefir dapat memperbaiki proses pencernaan dengan menyediakan mikroorganisme yang diperlukan dalam proses pencernaan. Kefir memberikan nutrisi yang berkualitas tinggi dan seimbang yang diperlukan sebagai bahan untuk memperbaiki sel yang rusak, maupun untuk menjalankan fungsi tubuh secara seimbang sehingga organ tubuh dapat kembali berfungsi dengan normal. Kefir memiliki antibiotika alami yang dihasilkan mikroba (human friendly/beneficial microflora) serta derajat keasaman tinggi yang akan menekan pertumbuhan bakteri patogen (Ensminger, 1995).
Beberapa sumbangan yang diberikan bakteri dalam kefir antara lain Streptococcus lactis dapat menghidrolisis protein susu, meningkatkan daya cerna susu, memperbaiki pencernaan lambung, menghambat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya, memproduksi bakteriolysin. Streptococcus cremoris sama seperti S. lactis, lebih tahan terhadap phages dibandingkan dengan S. lactis dan meningkatkan cita rasa kefir. Lactobacillus plantarum antagonis terhadap akivitas Listeria monocytogenes, memproduksi plantaricin bakteriocin yang menghambat mikroorganisme pembusuk, mentoleransi konsentrasi garam empedu yang tinggi,menempel pada mukosa usus. Lactobacillus casei membentuk koloni di saluran cerna, menempel pada mukosa usus, menciptakan lingkungan yang sesuai bagi keseimbangan mikrobial, membatasi pembusukan di usus sehingga dapat mengontrol produksi racun dan akibat berbahaya bagi organ vital dan sel tubuh, menghambat bakteri patogen, mengurangi efek laktosa intoleran (Ensminger, 1995).
1. Eschericia coli
Escherichia coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Bakteri ini hidup pada tinja, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan pada manusia, seperti diare, muntaber dan masalah pencernaan lainnya. E.coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika. Digunakan sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan. E.coli dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam penanganannya. E.coli mempunyai karakteristik unik yang membedakan satu dengan lainnya. Perbedaan ini sering dapat ditemukan hanya pada tingkatan molekular, menghasilkan perubahan pada fisiologi atau daur hidup bakteri. Sebagai contoh, strain memperoleh kemampuan untuk menggunakan suatu sumber karbon, kemampuan untuk tinggal pada ekologi tertentu atau kemampuan untuk melawan antimikrobial. E.coli sebagai host-specific, digunakan untuk menentukan sumber fecal pencemaran pada sampel.
2. Staphylococcus aureus
Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram Positif, tidak bergerak, tidak berspora dan mampu membentuk kapsul, berbentuk kokus dan tersusun seperti buah anggur. Ukuran Staphylococcus berbeda-beda tergantung pada media pertumbuhannya. Apabila ditumbuhkan pada media agar, Staphylococcus memiliki diameter 0,5-1,0 mm dengan koloni berwarna kuning. Dinding selnya mengandung asam teikoat, yaitu sekitar 40% dari berat kering dinding selnya. Asam teikoat adalah beberapa kelompok antigen dari Staphylococcus. Asam teikoat mengandung aglutinogen dan N-asetilglukosamin.
Staphylococcus aureus adalah bakteri aerob dan anaerob, fakultatif yang mampu menfermentasikan manitol dan menghasilkan enzim koagulase, hyalurodinase, fosfatase, protease dan lipase. Staphylococcus aureus mengandung lysostaphin yang dapat menyebabkan isisnya sel darah merah. Toksin yang dibentuk oleh Staphylococcus aureus adalah haemolysin alfa, beta, gamma delta dan apsilon. Toksin lain ialah leukosidin, enterotoksin dan eksfoliatin. Enterotosin dan eksoenzim dapat menyebabkan keracunan makanan terutama yang mempengaruhi saluran pencernaan. Leukosidin menyerang leukosit sehingga daya tahan tubuh akan menurun. Eksofoliatin merupakan toksin yang menyerang kulit dengan tanda-tanda kulit terkena luka bakar.
Suhu optimum untuk pertumbuhan Staphylococcus aureus adalah 35o – 37oC dengan suhu minimum 6,7o C dan suhu maksimum 45,4o C. Bakteri ini dapat tumbuh pada pH 4,0 – 9,8 dengan pH optimum 7,0 – 7,5. Pertumbuhan pada pH 9,8 hanya mungkin bila substratnya mempunyai komposisi yang baik untuk pertumbuhannya. Bakteri ini membutuhkan asam nikotinat untuk tumbuh dan akan distimulir pertumbuhannya dengan adanya thiamin. Pada keadaan anaerobik, bakteri ini juga membutuhkan urasil. Untuk pertumbuhan optimum diperlukan sebelas asam amino, yaitu valin, leusin, threonin, phenilalanin, tirosin, sistein, metionin, lisin, prolin, histidin dan arginin.
Agnes Yuliana - Fakultas Biologi Universitas Nasional
Pengertian
Kefir adalah susu yang difermentasi dan berasal dari Caucasus. Kefir dibuat dengan menginokulasi susu sapi, kambing atau domba dengan biji kefir. Kefir tradisional dibuat dalam kantong kulit yang tergantung dekat pintu masuk/keluar dan kantong diketuk oleh setiap orang yang melintas untuk membantu susu dan biji kefir tercampur dengan baik.
Menurut Albaarri dan Murti (2003) kefir adalah produk susu yang difermentasikan dengan menggunakan bakteri asam laktat seperti Lactobacillus lactis, Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus, dengan ragi dalam proses fermentasi tersebut menghasilkan asam dan alkohol. Pada tahap akhir proses dilakukan dalam kemasan tertutup untuk tujuan produksi karbonat.
Kefir berasal dari pegunungan Kaukasian sebelah utara atau sebelah timur laut Mongolia, dan telah diproduksi selama ratusan tahun dalam skala rumah tangga secara tradisional dalam kantung kulit, atau dalam tembikar. Bahan untuk pembuatan kefir biasanya adalah susu sapi atau susu kambing. Kefir ini diproduksi di negara-negara di Rusia dan hanya sedikit diproduksi di negara-negara Eropa (Surono, 2004). Kefir mengandung 0.5 – 1,0 % alkohol dan 0,9 – 1,1 % asam laktat. Produk ini sangat populer di Uni Soviet, dimana konsumsi kefir mencapai 4,5 kg per kapita per tahun (Rahman et al., 1992).
Kefir diperoleh melalui proses fermentasi susu pasteurisasi menggunakan starter berupa butir atau biji kefir (kefir grain/kefir granule), yaitu butiran-butiran putih atau krem dari kumpulan bakteri, antara lain Streptococcus sp., Lactobacilli dan beberapa jenis ragi/khamir nonpatogen. Bakteri berperan menghasilkan asam laktat dan komponen flavor, sedangkan ragi menghasilkan gas asam arang atau karbon dioksida dan sedikit alkohol. Itulah sebabnya rasa kefir di samping asam juga sedikit ada rasa alkohol dan soda, yang membuat rasa kefir lebih segar, dan kombinasi karbon dioksida dan alkohol menghasilkan buih yang menciptakan karakter mendesis pada produk (Usmiati, 2007).
Fermentasi susu menjadi kefir menghasilkan senyawa metabolit yang bermanfaat bagi kesehatan yaitu eksopolisakarida dan peptida bioaktif. Kedua senyawa tersebut akan menstimulasi sistem kekebalan tubuh. Polisakarida yang terbentuk pada kefir juga berperan sebagai antitumor. Senyawa lain yang terdapat pada kefir adalah kandungan β-galactosidase yang baik untuk penderita laktose intoleran. Komponen antibakteri juga dihasilkan selama fermentasi kefir seperti asam organik (asam laktat dan asetat), karbondioksida, hidrogen peroksida, etanol, diacetil dan peptida (bakteriosin) yang tidak hanya berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan bakteri pembusuk selama pengolahan dan penyimpanan makanan, tetapi dapat pula digunakan untuk pencegahan beberapa gangguan pencernaan dan infeksi (Farnworth, 2005).
2. Nilai Gizi dan Khasiat
Kandungan zat gizi kefir hampir sama dengan susu yang digunakan sebagai bahan kefir namun memiliki berbagai kelebihan bila dibandingkan dengan susu segar. Kelebihan tersebut yaitu adanya :
1) Asam yang terbentuk dapat memperpanjang masa simpan, mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk sehingga mencegah pertumbuhan mikroorganisme patogen sehingga meningkatkan keamanan produk kefir (Fardiaz, 1987).
2) Meningkatkan ketersediaan vitamineral (B2, B12, asam folat, fosfor dan kalsium) yang baik untuk tubuh,
3) Mengandung mineral dan asam amino esensial (tryptopan) yang berfungsi sebagai unsur pembangun, pemelihara, dan memperbaiki sel yang rusak,
4) Fosfor dari kefir membantu karbohidrat, lemak dan protein dalam pembentukan sel serta untuk menghasilkan tenaga,
5) Mengandung kalsium (Ca) dan magnesium (Mg), Chromium (Cr) sebagai unsur mineral mikro esensial (Surono, 2004).
Kefir mengandung sekitar 0,8% asam laktat dan 1% alkohol. Ditinjau dari kandungan gizi minuman ini hampir sama dengan susu asalnya kecuali pada laktosanya agak rendah (Harris dan Karmas, 1989). Beberapa efek kesehatan yang dapat diperoleh dari bakteri asam laktat sebagai probiotik antara lain dapat memperbaiki daya cerna laktosa, mengendalikan jumlah bakteri patogen dalam usus, meningkatkan daya tahan alami terhadap infeksi dalam usus, menurunkan serum kolesterol, menghambat tumor, antimutagenik dan antikarsinogenik, meningkatkan system imun, mencegah sembelit, memproduksi vitamin B dan bakteriosin (senyawa antimikroba) dan inaktivasi berbagai senyawa racun dan menghasilkan metabolit-metabolit seperti H202 dan asam laktat (Sari, 2007).
3. Proses Pembuatan
Bibit atau inokulan dalam pembuatan kefir disebut biji kefir, yang sebetulnya merupakan bibit kefir yang sudah dikeringkan. Biji ini sebetulnya kumpulan berbagai jenis mikroba yang menempel di permukaan kasein (protein susu). Biji tersebut berwarna putih kekuningan dan tidak dapat larut dalam air maupun beberapa pelarut lainnya. Bila biji kefir dimasukkan dalam susu maka biji tersebut akan mengembang karena menyerap air dan warnanya berubah menjadi putih. Biji kefir mengandung 24% polisakarida yang bersifat lengket (antara lain mengandung amilopektin) serta mikroba simbiotik yaitu khamir (Saccharomyces kefir dan Torula kefir), Lactobacilli (Lactobacillus caucasicus), Leuconostocs serta Streptokoki laktat (Rahman et al., 1992).
Bibit kefir dapat dipakai ulang beberapa kali dan bibit ini diperoleh dengan cara pemisahan melalui penyaringan. Kemudian biji kefir dicuci dan direndam dalam air dingin dan disimpan pada suhu 4˚C. Penyimpanan dengan cara basah ini hanya tahan satu minggu. Bila akan disimpan dalam jangka waktu yang lama, biji kefir harus dikeringkan dengan cara dibungkus kain bersih selama 36 – 48 jam pada suhu kamar, kemudian disimpan pada suhu 4˚C. Biji kefir kering ini dapat dipertahankan aktivitasnya lebih dari satu tahun (Rahman et al.,1992).
Bahan baku pembuatan kefir adalah susu, baik susu sapi, domba maupun kambing. Susu dipanaskan pada suhu 85˚C selama 30 menit atau 95˚C selama 5 menit. Tujuan pemanasan untuk membunuh mikroba yang tidak diinginkan dan denaturasi protein untuk meningkatkan viskositas produk. Kemudian susu didinginkan (22 – 23˚C) dan ditambahkan biji kefir, diinkubasi pada suhu 22 – 23˚C selama kurang lebih 20 jam atau pada suhu 10˚C selama 1 – 3 hari. Pada akhir fermentasi produk mengandung alkohol 0,5 – 1,0 % dan asam laktat 0,9 – 1,1 % dan gas CO2. Biji kefir dipisahkan dari produk, dicuci dan dipersiapkan untuk produksi selanjutnya. Untuk meningkatkan stabilitas maka kefir didinginkan pada suhu 5˚C selama beberapa jam untuk pematangan sehingga diperoleh kefir yang baik mutunya (Rahman et al., 1992).
Analisa
1. Bahan baku pembuatan kefir adalah susu segar. Susu yang dapat digunakan antara lain susu sapi, susu kambing, susu kedelai, maupun susu kacang hijau. Bahan baku yang digunakan harus yang mempunyai kualitas baik, karena produk akhir yang baik dan berkualita dipengaruhi oleh bahan baku yang baik pula. Jika berasal dari hewan, keadaan sebelum pemerahan maupun setelah pemerahan akan mempengaruhi kualitas susu. Adapun hal-hal yang mempengaruhi kualitas susu sebelum pemerahan antara lain makanan yang diberikan kepada sapi/kambing yang akan dambil susunya, kemudian kebersihan tempat pemeliharaan hewan ternak tersebut. Lalu ketika pemerahan harus dilakukan secara aseptis, mulai dari hewan ternak tersebut dibersihkan terlebih dahulu (putting susunya) , kemudian menggunakan perlengkapan yang aseptis dan pekerjanya juga harus dalam kosndisi yang bersih. Setelahpemerahan susu juga harus ditempatkan pada wadah yang bersih dan tertutup agar tidak terkontaminasi mikroba-mikroba lainnya.
2. Proses pasteurisasi
Proses pasteurisasi dilakukan pada suhu 85oC (30 menit) atau 95oC (5 menit). Proses ini dilakukan untuk membunuh bakteri-bakteri pathogen yang ada pada bahan baku susu segar. Jika suhu yang digunakan kurang dan waktu yang digunakan juga kurang dari yang sudah ditetapkan, maka ada kemungkinan masih terdapat mikroba pathogen dalam susu tersebut, sehingga nantinya juga akan menghambat kinerja biji kefir (Bakteri Asam Laktat dan khamir) dalam pembentukan kefir. Sehingga nanti kadar asam laktat, kekentalan maupun kadar alkoholnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
3. Didinginkan sampai 22oC
Bahan baku yang sudah di pasteurisasi harus didinginkan sampai suhu sekitar 22oC dan tambahkan bibit kefir. Dan ditempatkan pada wadah yang steril (wadah susu/botol). Penggunaan suhu sekitar 22oC karena suhu ini merupakan suhu optimum bagi pertumbuhan bibit kefir. Jika suhu yang digunakan bukan merupakan suhu optimum maka bibit kefir yang berisi BAL dan khamir tidak akan berkerja optimum atau bahkan bisa rusak kalau suhu yang digunakan lebih tinggi.
4. Inkubasi pada suhu kamar selama 20-24 jam. Diharapkan pada masa inkubasi ini terjadi fermentasi sehingga menghasilkan asam laktat dan alcohol sehingg dihasilkan kefir yang berkualitas dan juga kental.
5. Saring biji kefir dari priduk kefir yang sudah jadi. Kemudian biji kefir dicuci kembali dengan air dingin sehingga dapat digunakan kembali. Filtrate kefir yang sudah jadi dapat ditambahkan pemanis, esens ataupun buah segar untuk menambah rasa.
6. Kefir yang sudah jadi dapat dikemas, dan untuk menjaga mutu dan kestabilan kefir, kefir dapat disimpan pada suhu 5oC.
Dalam memproduksi susu fermentasi yang berkualitas harus memenuhi beberapa syarat berikut ini :
1. Bahan baku susu segar harus memenuhi standar kualitas sebagai susu segar menurut Standar Nasional Indonesia (SNI).
2. Peralatan yang akan digunakan dalam proses pengolahan pada susu fermentasi harus benar-benar steril. Sterilisasi alat dapat dilakukan dengan cara direbus dalam air mendidih atau dibilas dengan air panas.
3. Lingkungan/ ruangan tempat pengolahan susu fermentasi harus bersih dan meja tempat pengolahan harus aseptic.
4. Pekerja harus bersih, steril, dan higienis. Sebelum menginokulasikan starter, tangan pekerja harus dicuci dengan sabun, lalu dikeringkan.
5. Semua tahap dalam pengolahan susu fermentasi dilakukan secara aseptic.
E. Aktivitas Antibakteri
Komponen antimikroba adalah suatu komponen yang bersifat dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau kapang (bakteristatik atau fungistatik) atau membunuh bakteri atau kapang (bakterisidal atau fungisidal). Zat aktif yang terkandung dalam berbagai jenis ekstrak tumbuhan diketahui dapat menghambat beberapa mikroba patogen maupun perusak makanan. Zat aktif tersebut dapat berasal dari bagian tumbuhan seperti biji, buah, rimpang, batang, daun, dan umbi. Berbagai bahan pangan secara alami memiliki aktivitas antibakteri seperti misalnya komponen aktif yang terdapat dalam bawang putih mempunyai efek penghambatan terhadap beberapa mikroba patogen seperti Staphylococcus aureus, E. coli, dan Bacillus cereus dan menghambat produksi toksin dari Clostridium botulinum tipe A dengan menurunkan produksi toksinnya sebanyak 3 log cycle (Ardiansyah, 2007).
Mekanisme penghambatan mikroorganisme oleh senyawa antimikroba dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
(1) gangguan pada senyawa penyusun dinding sel,
(2) peningkatan permeabilitas membran sel yang dapat menyebabkan kehilangan komponen penyusun sel,
(3) menginaktivasi enzim, dan
(4) destruksi atau kerusakan fungsi material genetik. Kemampuan senyawa antimikroba untuk menghambat aktivitas pertumbuhan mikroba dalam sistem pangan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya temperatur, pH (keasaman), ketersediaan oksigen, dan interaksi/sinergi antara beberapa faktor tersebut (Ardiansyah, 2007). Efek antagonistik atau antibakteri bakteri asam laktat ada dua kelompok besar yaitu berupa metabolit primer yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat seperti asam laktat, CO2, diasetil, asetaldehida dan hidrogen peroksida dan bakteriosin suatu senyawa protein yang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri sejenis (Surono, 2004).
Kefir dapat memperbaiki proses pencernaan dengan menyediakan mikroorganisme yang diperlukan dalam proses pencernaan. Kefir memberikan nutrisi yang berkualitas tinggi dan seimbang yang diperlukan sebagai bahan untuk memperbaiki sel yang rusak, maupun untuk menjalankan fungsi tubuh secara seimbang sehingga organ tubuh dapat kembali berfungsi dengan normal. Kefir memiliki antibiotika alami yang dihasilkan mikroba (human friendly/beneficial microflora) serta derajat keasaman tinggi yang akan menekan pertumbuhan bakteri patogen (Ensminger, 1995).
Beberapa sumbangan yang diberikan bakteri dalam kefir antara lain Streptococcus lactis dapat menghidrolisis protein susu, meningkatkan daya cerna susu, memperbaiki pencernaan lambung, menghambat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya, memproduksi bakteriolysin. Streptococcus cremoris sama seperti S. lactis, lebih tahan terhadap phages dibandingkan dengan S. lactis dan meningkatkan cita rasa kefir. Lactobacillus plantarum antagonis terhadap akivitas Listeria monocytogenes, memproduksi plantaricin bakteriocin yang menghambat mikroorganisme pembusuk, mentoleransi konsentrasi garam empedu yang tinggi,menempel pada mukosa usus. Lactobacillus casei membentuk koloni di saluran cerna, menempel pada mukosa usus, menciptakan lingkungan yang sesuai bagi keseimbangan mikrobial, membatasi pembusukan di usus sehingga dapat mengontrol produksi racun dan akibat berbahaya bagi organ vital dan sel tubuh, menghambat bakteri patogen, mengurangi efek laktosa intoleran (Ensminger, 1995).
1. Eschericia coli
Escherichia coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Bakteri ini hidup pada tinja, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan pada manusia, seperti diare, muntaber dan masalah pencernaan lainnya. E.coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika. Digunakan sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan. E.coli dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam penanganannya. E.coli mempunyai karakteristik unik yang membedakan satu dengan lainnya. Perbedaan ini sering dapat ditemukan hanya pada tingkatan molekular, menghasilkan perubahan pada fisiologi atau daur hidup bakteri. Sebagai contoh, strain memperoleh kemampuan untuk menggunakan suatu sumber karbon, kemampuan untuk tinggal pada ekologi tertentu atau kemampuan untuk melawan antimikrobial. E.coli sebagai host-specific, digunakan untuk menentukan sumber fecal pencemaran pada sampel.
2. Staphylococcus aureus
Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram Positif, tidak bergerak, tidak berspora dan mampu membentuk kapsul, berbentuk kokus dan tersusun seperti buah anggur. Ukuran Staphylococcus berbeda-beda tergantung pada media pertumbuhannya. Apabila ditumbuhkan pada media agar, Staphylococcus memiliki diameter 0,5-1,0 mm dengan koloni berwarna kuning. Dinding selnya mengandung asam teikoat, yaitu sekitar 40% dari berat kering dinding selnya. Asam teikoat adalah beberapa kelompok antigen dari Staphylococcus. Asam teikoat mengandung aglutinogen dan N-asetilglukosamin.
Staphylococcus aureus adalah bakteri aerob dan anaerob, fakultatif yang mampu menfermentasikan manitol dan menghasilkan enzim koagulase, hyalurodinase, fosfatase, protease dan lipase. Staphylococcus aureus mengandung lysostaphin yang dapat menyebabkan isisnya sel darah merah. Toksin yang dibentuk oleh Staphylococcus aureus adalah haemolysin alfa, beta, gamma delta dan apsilon. Toksin lain ialah leukosidin, enterotoksin dan eksfoliatin. Enterotosin dan eksoenzim dapat menyebabkan keracunan makanan terutama yang mempengaruhi saluran pencernaan. Leukosidin menyerang leukosit sehingga daya tahan tubuh akan menurun. Eksofoliatin merupakan toksin yang menyerang kulit dengan tanda-tanda kulit terkena luka bakar.
Suhu optimum untuk pertumbuhan Staphylococcus aureus adalah 35o – 37oC dengan suhu minimum 6,7o C dan suhu maksimum 45,4o C. Bakteri ini dapat tumbuh pada pH 4,0 – 9,8 dengan pH optimum 7,0 – 7,5. Pertumbuhan pada pH 9,8 hanya mungkin bila substratnya mempunyai komposisi yang baik untuk pertumbuhannya. Bakteri ini membutuhkan asam nikotinat untuk tumbuh dan akan distimulir pertumbuhannya dengan adanya thiamin. Pada keadaan anaerobik, bakteri ini juga membutuhkan urasil. Untuk pertumbuhan optimum diperlukan sebelas asam amino, yaitu valin, leusin, threonin, phenilalanin, tirosin, sistein, metionin, lisin, prolin, histidin dan arginin.
Electronic Gratis Referal
BENAR-BENAR GRATIS....? MURNI GRATIS 100% TANPA BASA-BASI...?
Mau blackberry gratis, PS3 gratis, Nintendo wii gratis, ipod gratis, HP gratis, dll SEMUANYA GRATIS?
PS3 GRATIS, IPHONE GRATIS, HDTV GRATIS, XBOX GRATIS, LCD GRATIS DLL
TANPA UANG SEPESERPUN
Mau PS3, IPHONE, HDTV, dan XBOX?
GRATIS...MURNI TANPA EMBEL-EMBEL
TERPENTING ADALAH KEJUJURAN ...
SYARAT DAN KETENTUAN ADALAH SBB:
Sebelum Sign Up (lebih baik menggunakan email dari @gmail.com), silahkan memilih barang yang Anda inginkan ! Data anda harus benar dan jujur.Anda diharuskan mengajak teman-teman untuk bergabung dalam link Anda. Bila sudah mencapai kredit yang dibutuhkan sesuai hadiah anda pilih, hadiah akan dikirim!
1 orang = 1 kredit
Contoh : Blackberry 8800 series membutuhkan 28 kredit artinya ajak 28 orang teman anda untuk bergabung melalui refferal id anda
selain blackberry ada Nintendo Wii yang membutuhkan 19 kredit
atau Apple Ipod yang membutuhkan 11 kredit
SELAMAT MENCOBA!
Sebelum Sign Up (lebih baik menggunakan email dari @gmail.com), silahkan memilih barang yang Anda inginkan ! Data anda harus benar dan jujur.Anda diharuskan mengajak teman-teman untuk bergabung dalam link Anda. Bila sudah mencapai kredit yang dibutuhkan sesuai hadiah anda pilih, hadiah akan dikirim!
1 orang = 1 kredit
Contoh : Blackberry 8800 series membutuhkan 28 kredit artinya ajak 28 orang teman anda untuk bergabung melalui refferal id anda
selain blackberry ada Nintendo Wii yang membutuhkan 19 kredit
atau Apple Ipod yang membutuhkan 11 kredit
SELAMAT MENCOBA!
Terapi Kefir
Terapi Kefir untuk menyembuhkan penyakit :
1. Bisul Perut
1liter kefir perhari, selama penyakit itu belum hilang. Pada bukti yang telah dicatat menunjukkan bahwa bisul itu hilang dalam jangka waktu 2 bulan
2. Diabetes
Malam hari 200 ml setelah makan malam, tengah malam 200 ml (pada saat bangun malam), pagi hari 200 ml sebelum sarapan. Lakukan secar rutin selama 2-3 bulan dibarengi dengan olahraga teratur ( jalan kaki 1/2 jam setiap hari) dan cek gula darah secara berkala untuk memonitor tingkat keberhasilan
3. Dekomposisi Jantung
Dekomposisi Jantung yaitu kegagalan jantung untuk mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh. 1 liter kefir /hari. Untuk kasus yang parah dianjurkan minum kefir 2 liter/hari
4. Eksim (eczema)
1/2 liter kefir per hari, ditambah dengan menggosokkan kefir di daerah terinfeksi, biarklan mengering & jangan dibasuh. Diamkan semalam suntuk, besoknya dibilas. Eksim yang parah bisa sembuh dalam kurun waktu kurang lebih 7-14 hari
5. Gangguan Empedu
1liter kefir per hari
6. Ginjal
1 liter kefir/hari, pasien harus melakukan diet ketat
7. Jerawat
1/2 liter kefir/hari, ditambah dengan menggosokkan kefir di daerah yang berjerawat, biarkan mengering, diamkan semalam besokmpagi beru dibilas
8. Kelainan Saraf
1liter kefir/hari bersamaan dengan waktu makan. Susah tidur dapat hilang tenpa bantuan obat tidur, nafsu makan kembali normal dan depresi hilang
9. Liver
1liter keir/hari dan penderita bisa beristirahat & tidur nyenyak tanpa bantuan obat-obatan
10. Radang Cystic
1liter kefir/hari selam dibutuhkan. 1/2 liter perhari akan menormalkan tekanan darah dan berat badan
11. Sclerosis
1/2 liter perhari, sclerosis jantung yang parah menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan dan tidak kambuh lagi
12. Tekanan Darah Tinggi/Rendah
1liter kefir/hari, setelah 2 bulan dikonsumsi secara rutin maka tekanan darah menjadi normal
Sebanyak Apa sih Uang 1 Triliun Dollar..?
Belakangan ini gara-gara krisis ekonomi global kita menjadi biasa dengan istilah-istilah seperti "bailout" atau "stimulus package" atau kalau di-Indonesiakan menjadi "Dana Talangan" atau "Paket Stimulus". Lalu angka-angka seperti 1 milyar dollar, 100 milyar dollar atau bahkan pernah terdengar pula ada yang menyebut-nyebut 1 triliun dollar. Pertanyaannya adalah seperti apakah uang sebanyak itu ?
Kita mulai dengan selembar uang 100 dollar, pecahan terbesar uang dollar. Masih bisa nyelip di dompet.
Kita mulai dengan selembar uang 100 dollar, pecahan terbesar uang dollar. Masih bisa nyelip di dompet.
Selanjutnya 100 lembar uang pecahan 100 dollar atau berjumlah $10.000 dollar. Masih bisa masuk saku celana atau jaket.
Percaya atau tidak gambar di bawah ini adalah uang sebanyak 1 juta dollar (100 bundel 10.000 dollar, hampir setara dengan 12 milyar rupiah). Masih bisa masuk tas ransel atau tas backpak.
Uang 1 juta dollar masih keliatan biasa aja. Tapi lihat kayak apa uang 100 juta dollar (angka segini pernah ditawarkan Manchester City atau Real Madrid untuk memboyong CR7 alias Ronaldo dari Manchester United meskipun kemudian ditolak). Untuk mengangkutnyabutuhkan satu palet standar. diLanjut, seperti inilah uang 1 miliar dollar. Udah mulai bingung mau ditaruh dimana…
Naaah, sekarang saatnya Anda tahu seperti apakah uang 1 triliun dollar itu. Satu triliun dollar itu artinya 1 juta juta dollar atau 1000 miliar dolar. Jumlah nol-nya ada 12. Kalau di-rupiahkan nolnya jadi 16! dan jumlah inilah hutang Indonesia
dan seperti inilah uang 1 triliun dollar….
Itu orang di pojok kiri bawah keliatan nggak?
Source: http://www.taukahkamu.com/2011/04/sebanyak-apa-sih-uang-1-triliun-dollar.html
Kekayaan, Kesuksesan Atau Cinta..?
Suatu ketika, ada seorang perempuan yang kembali pulang ke rumah dan ia melihat ada tiga orang laki-laki berjanggut yang duduk di halaman depan. Perempuan itu tidak mengenal mereka semua.
Perempuan itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut kalian.”
Laki-laki berjanggut itu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”
Perempuan itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar.”
“Oh, kalau begitu kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali,” kata laki-laki itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang istri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata kepada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.”
Perempuan itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama,” kata laki-laki itu hampir bersamaan.
“Lho, kenapa?” tanya perempuan itu karena merasa heran.
“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama,” kata laki-laki itu hampir bersamaan.
“Lho, kenapa?” tanya perempuan itu karena merasa heran.
Salah seorang laki-laki itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang laki-laki berjanggut di sebelahnya, “Sedangkan yang ini bernama Kesuksesan,” sambil memegang bahu laki-laki berjanggut lainnya. “Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”
Perempuan itu kembali masuk ke dalam dan memberitahu pesan laki-laki di luar. Suaminya pun merasa heran. “Oh, menyenangkan sekali. Baiklah kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan kekayaan.”
Istrinya tidak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita.”
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh kehangatan Cinta.”
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, si Cinta menjadi teman santap malam kita.”
Istrinya tidak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita.”
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh kehangatan Cinta.”
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, si Cinta menjadi teman santap malam kita.”
Perempuan itu kembali ke luar dan bertanya kepada tiga laki-laki itu, “Siapa di antara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”
Si Cinta bangkit dan berjalan menuju beranda rumah. Oh, ternyata kedua laki-laki berjanggut lainnya pun ikut serta.
Si Cinta bangkit dan berjalan menuju beranda rumah. Oh, ternyata kedua laki-laki berjanggut lainnya pun ikut serta.
Karena merasa ganjil, perempuan itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan, “Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kalian ikut juga?”
Kedua laki-laki yang ditanya itu menjawab bersamaan, “Kalau Anda mengundang si Kekayaan atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka kemanapun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab ketahuilah, sebenarnya kami buta dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita kepada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus, cara berusaha & bersyukur. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan, saat kami menjalani hidup ini.”
src younone.wordpress.com
TIDUR - EKSPRESI AURA KEJUJURAN
Pernahkah menatap orang terdekat ketika sedang tidur. ?
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah Anda saat beliau sedang tidur.
Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih,betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita berjalan lancar.
Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibunda Anda.
Kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu, kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata- mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.
Cobalah tatap wajah orang-orang tercinta itu…Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya…
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan saat menatap wajah yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.
Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata… “betapa lelahnya aku hari ini”.
Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita. Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, mengatur rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita. Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka “orang-orang terkasih itu” tak lagi membuka matanya, selamanya… .
Dikutip dari : bisnis2121.com
Dikutip dari : bisnis2121.com
Mengubah Nasib Dengan Program Alam Bawah Sadar
MAJALAH NIRMALA
(OKTOBER 2007)
(OKTOBER 2007)
Ketika menghadapi kemelut kehidupan,sering kali kita tak berdaya,semua jalan terasa buntu,dan akhirnya putus asa.Padahal kita tidak perlu menjadi korban.Percaya atau tidak,sebenarnya kita dapat menciptakan sendiri semua yang kita inginkan.Bagaimana caranya?
Dalam setiap babak kehidupan,manusia selalu mengalami satu atau lebih peristiwa yang dapat ,menggoncang dan mengubah kehidupannya.Kebutuhan hidup yang begitu besar yang tak seimbang dengan pendapatan,kehilangan pekerjaan,konflik rumah tangga,perceraian,kematian pasangan hidup atau salah satu anggota keluarga yang dicintai,sakit parah berkepanjangan,kecelakaan yang menyebabkan cacat seumur hidup,dan berbagai krisis kehidupan lainnya,semua itu bisa membuat depresi bahkan mengguncang keimanan kita.
Jelas kita tidak merasa bahagia.Padahal menurut Erbe Sentanu,pendiri Katahati Institute,sebuah lembaga yang mengajarkan tehnik pemberdayaan pikiran dan perasaan,bahagia adalah fitrah manusia.Jika kemudian manusia merasa bahagia,itu karena manusia sudah keluar dari fitrahnya.Fitrah manusia yang sempurna sering dikacaukan dengan pesan-pesan ketidakmampuan yang datang dari lingkungannya.
Bahagia menurutnya adalah menerima apa yang sudah kita miliki.Ketika kita menolak yang terjadi pada diri kita,saat itulah ketidakbahagiaan akan muncul.
Lalu,haruskah kita pasrah pada nasib ketika hidup dirundung malang?Jawabannya:tidak!Sambil menerima yang sudah terjadi dengan ikhlas,kita tetap perlu ikhtiar,bersikap reaktif,juga antisipatif terhadap perubahan itu.Kita harusmenjadi subyek dari perubahan tersebut dan memiliki kendali penuh atas apapun yang terjadi dalam kehidupan kita.
Erbe Sentanu mengatakan,kita sebenarnya bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.Lalu,Bagaimana caranya?
Kita bisa menggabungkan tehnik relaksasi,visualisasi,dan afirmasi dalam sebuah proses yang bertujuan menanamkan suatu realitas yang kita inginkan ke dalam pikiran atau alam bawah sadar.Dengan kata lain,kita bisa mempengaruhi alam bawah sadar untuk mewujudkan realitas baru yang kita inginkan tersebut.Misalnya,ketika kita ditimpa penyakit berat atau kehilangan pekerjaan,kita bisa menanamkan harapan baru sekaligus mewujudkannya,bahwa kita pasti sehat atau kita pasti mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik.Proses inilah yang disebut dengan pemprograman kembali alam bawah sadar (suconcious reprogramming ).
Mengapa Menggunakan Alam Bawah Sadar?
Yang menjadi pertanyaan,mengapa mengunakan alam bawah sadar?
Erbe Sentanu mengatakan,alam bawah sadar tidak pernah bisa membedakan antara imajinasi dengan kenyataan.Alam bawah sadar tidak pernah memiliki mekanisme untuk mengetahui hal-hal yang nyata ataupun tidak nyata.Kita bisa melihat contohnya dalam kasus berikut ini.
Pada tahun 1962,Majalah Kedokteran Kyushi keluaran Jepang melaporkan bagaimana system kekebalan anak-anak Jepang bereaksi terhadap Sesuatu yang mereka anggap nyata.Anak-anak itu setelah ditutup matanya di beritahu bahwa tanaman yang tengah digosok-gosokan ke lengan mereka adalah tanaman beracun,setelah itu ,mereka mengeluarkan reaksi-reaksi alergi yang keras pada lengan mereka,seperti pembengkakan,kulit menjadi kemerah-merahan dan gatal-gatal.
Namun ketika di beritahu bahwa yang digosokkan di tangan mereka adalaah zat yang tidak berbahaya,reaksi-reaksi tersebut tidak muncul.Nah.disitulah alam bawah sadar bekerja.ketika alam bawah sadar merekam bahwa tanaman itu beracun,maka reaksi yang dikelurkan pun seperti reaksi yang di keluarkan jika tanaman tersebut beracun,maka reaksi yang di kelurkan pun seperti yang di keluarkan jika tanaman tersebut beracun,walaupun sebenarnya tidak demikian.
Karena itu,kita bisa memanfaatkan cara kerja alam bawah sadar untuk sesuatu yang menguntungkan.Kita bisa menanamkan program apapun kealam bawah sadar untuk mewujudkan segala sesuatu yang kita inginkan.
Dalam bukunya,Quantum Ikhlas,Mas Nunu,begitu sebutan akrab Erbe Sentanu,mengatakan bahwa pikiran tidak hanya terkait dengan pembagian otak secara fungsional yang terdiri dari otak kiri dan otak kanan,tetapi juga pembagian berdasarkan aspek kesadarannya.
Umumnya manusia hanya memanfaatkan pikiran sadarnya yang memiliki kekuatan hanya 12% dari keseluruhan kekuatan pikirannya.Pikiran sadar inilah yang biasa kita maksud ketika menyebut seseorang sedang menggunakan ‘ otaknya’.Sedangkan yang 88% lainnya merupakan kekuatan bawah sadar yang secara umum hanya muncul dalam bentuk “perasaan”nya.
Bayangkan,jika dengan 12 persen dari keseluruhan otak manusia saja banyak yang bisa dilakukan,bagaimana kalau kemampuan otak yang 88% itu bisa kita manfaatkan?Hasilnya tentu luar biasa.Seperti yang di ungkapkan Mas Nunu,kekuatan alam bawah sadar begitu besar,dan dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan tiga sampai tujuh kali lebih cepat.
Kondisi Alpha=Gerbang Menuju Alam Bawah Sadar
Lalu,bagaimana caranya mengeksplorasi kekuatan alam bawah sadar tersebut?
Sebagai langkah awal,perlu dipahami kondisi otak manusia menurut gelombangnya.Ada empat katagori gelombang otak,yaitu beta,alpha,theta,dan delta.
Kondisi Beta ( 14-100 Hz ) adalah kondisi saat kita sepenuhnya sadar.Saat ini otak didominasi oleh logika.Saat seseorang berada di gelombang ini,otak kiri sedang aktif berfikir,konsentrasi,dan sebagainya,sehingga gelombang otaknya meninggi.
Kondisi yang paling penting untuk menembus pikiran bawah sadar adalah alpha ( 8-13,9 Hz ) dalam kondisi alpha kita bisa membuka pintu gerbang menuju 88% kekuatan alam bawah sadar.Kondisi alpha adalah kondisi yang sangat releks atau sama persis dengan kita berhayal dan melamun.
Kondisi theta ( 4-7,9 Hz ) adalah kondisi kita saat bermimpi.Pada saat ini,pikiran pun menjadi kreatif dan ispiratif.Dalam keadaan theta,pikiran menjadi sangat jernih,sangat khusuk,terjadi relaksasi yang dalam,dan saat ini indra keenam atau intuisi muncul.Yang membedakan kondisi alpha dengan theta adalah kesadaran kita.Pada kondisi alpha,kita masih merasakan anggota tubuh kita,sedangkan pada kondisi theta semua itu sudah tidak terasa lagi.
Sedangkan kondisi delta ( 0,1-3,9 Hz ) adalah kondisi pada saat manusia sedang tertidur pulas tanpa mimpi.Kondisi Delta di perlukan oleh tubuh,karena dalam kondisi itu tubuh aktif mengganti sel-sel yang rusak dan melakukan peremajaan terhadap sel-sel tubuh.
Lalu bagaimana caranya kita masuk kegelombang alpha?Cara yang mudah adalah membalikkan mata kita ke atas dan memejamkan mata,lalu pikiranpun membawa kita ke dalam kondisi alpha,melarutkan kita dalam suasana yang nyaman dan penuh kedamaian.
Kondisi alpha juga dapat dibangun melalui meditasi.Meditasi yang sempurna adalah kedua telapak tangan dibuka,pada saat itulah energi alam akan menyatu dan berputar dalam keseluruhan tubuh.Di tunjang musick indah dan syahdu,suasana akan tercapai.
Mas Nunu menawarkan cara mudah untuk masuk ke kondisi alpha,yaitu dengan menggunakan alat bantu yang disebut teknologi DigitalPleyer.Alat ini berupa CD brainware managemen ( pengaturan gelombang otak ) berisi suara-suara alam seperti air mengalir,gelombang samudra yang naik turun,atau kicau burung,semua itu telah diracik menggunakan teknologi audio yang khusus didesain untuk menghasilkan kondisi-kondisi otak dan kesadaran tertentu.Mendengarkan CD ini secara teratur bisa melatih otak untuk bekerja sama antara satu sisi dengan sisi lainnya,sehingga bisa memasuki kondisi alpha secara cepat.
Menggambarkan bayangan mental dengan visualisasi
Dalam praktiknya,visualisasi sebenarnya adalah proses menciptakan ide,bayangan mental,atau gambaran di lubuk hati kita yang paling dalam.Ini merupakan cara untuk bergerak memasuki tingkat kesadaran yang lain dan menanamkan gambaran yang kita inginkan.Misalnya,ketika kita sakit,kita membayangkan diri kita yang sehat dan bisa melakukan banyak aktifitas.
Pada pelaksanaannya,visualisasi harus didahului dengan relaksasi,karena hanya dengan cara inilah kita dapat menyentuh energi bawah sadar dengan kuat.Ketika kita berada dalam kondisi yang relaks dan hening secara mental,itulah saatnya kita menggunakan imajinasi untuk memvisualisasikan sesuatu yang kita inginkan.Semakin kuat keinginan kita,semakin focus energi yang kita arahkan ke bayangan mental,sehingga potensi untuk mewujudkan bayangan ke dalam realitas fisik akan lebih kuat.
Afirmasi atau self talk
Afirmasi di lakukan dengan mengucapkan suatu hal dengan penuh keyakinan terhadap diri sendiri ( self talk ) untuk mencapai tujuan tertentu,kemudian merasakan dan mewujudkannya.
Dalam pemprograman alam bawah sadar,ada beberapa kaidah yang mesti dipatuhi dalam melakukan afirmasi,yaitu menggunakan kalimat yang pendek dan jelas maksudnya.Kemudian diucapkan dengan bahasa yang positif,misalnya,”saya berani,”selanjutnya,dirumuskan dalam masa sekarang dan meyakini bahwa apa yang anda kehendaki itu pasti terlaksana.Dan yang terpenting,kalimat anda itu di ulang-ulang,untuk member waktu agar pernyataan anda tersebut meresap dan terekam kea lam bawah sadar kita.
Tambahkan emosi atau perasaan yang menyenangkan
Selain relaksasi,visualisasi,dan afirmasi,hal yang tak kalah penting dalam melakukan pemprograman kembali bawah sadar adalah keyakinan.
Agar proses pemprograman bawah sadar dapat lebih efektif,diperlukanemosi atau perasaan yang positif atau perasaan yang menyenangkan.Ketika kita inginkan,ciptakan sebuah rasa bahagia seolah-olah apa yang kita inginkan sudah tercapai.
Melakukan program alam bawah sadar ini dilakukan terus menerus,sedikitnya tiga kali sehari,masing-masing selama 20 menit sampai realitas yang kita harapkan tersebut terwujud menjadi kenyataan.
Sebelum kita mengawali tahapan program ulang (reprogramming) alam bawah sadar,kita perlu menentukan terlebih dulu realitas/target yang kita harapkan secara jelas.Selanjutnya,cari tempat nyaman untuk melakukan proses ini.Pilih tempat yang sunyi yang tidak banyak ganguan.Kita harus berada dalamkeadaan yang sangat releks.Jika perlu,lakukan dulu latihan ringan untuk melepaskan atau merenggangkan otot-otot kita.Setelah itu lakukan visualisasi dan afirmasi.
LANGKAH-LANGKAH SUBCONSCIOUS REPROGRAMMING
1.Duduk atau berbaring dengan nyaman dan relaks.Pejamkan mata,kalau perlu diiringin music yang lembut yang membuat anda sangat relaks dan semua beban anda terlepas.Atau gunakan CD ala Mas Nunu.tarik napas panjang dan dalam.Rasakan udara dingin memasuki yang seluruh tubuh dengan lobang hidung.Secara perlahan anda memasuki kondisi gelombang otak alpha.Nikmati keadaan ini beberapa saat.
2.Kemudian ucapkan dalam hati afirmasi yang sudah anda buat,Misalnya,”Saya sembuh total dan saya bisa beraktifitas dengan bebas.”
3.Kemudian visualisasikan keadaan atau tujuan yang anda harapkan tersebut kedalam layar mental anda.Bayangkan anda sudah sehat dan melakukan berbagai aktifitas.Gambarkan dengan jelas sehingga anda benar-benar dapat melihat diri anda sendiri dalam pikiran anda.
4.Sambil membayangkannya,tambahkan suasana hati atau perasaan positif yang anda miliki ketika tujuan itu tercapai.Hati anda di penuhi rasa senang,bahagia,dan syukur.Ambil napas panjang dan dalam,nikmati perasaan itu.Nikmati gambaran visual dan perasaan hati yang menyertai suasana tersebut.
5.Setelah itu hitunglah secara perlahan dari 5,4,3,2,1 sambil menarik napas yang panjang dan dalam pada saat hitungan.Setelah itu,bukalah mata anda.
Jika prose situ terjadi kurang dari 20 menit.ulangi beberapa kali lagi sampai mencapai sekitar 20 menit.Lakukan terus secara tekun.Perlu diingat,semuanya memerlukan proses dan waktu yang cukup untuk tumbuh dan terwujud menjadi realitas baru yang kita harapkan.Selamat mencoba.
Sumber : http://erbesentanu.com/2007/10/30/mengubah-nasib-dengan-program-alam-bawah-sadar/
KERIS Sebuah Pencapaian dari Masa Silam
DER kris der javaner merupakan buku yang paling banyak dikutip para penulis keris selanjutnya. Menarik, padahal buku Dr Groneman ini sesungguhnya lebih merupakan sebuah proyek keprihatinan, seperti terungkap dari pembukaan dan penutupnya. Lewat buku terbitan 1910 ini, ia mengimbau kepada sesama kaumnya di Eropa untuk mendukung dalam "membangkitkan kembali sebuah cabang yang sangat berharga dari Kemauan dan Kemampuan Jawa ini dari keruntuhan yang menyedihkan..."
Dengan gayanya yang lebih deskriptif, dibanding tematis, buku ini lantas jadi melebar ke mana-mana, ke segala sesuatu yang bersangkutan dengan keris. Bahkan, dalam pengertian tertentu, beberapa aspek budaya dan kehidupan lebih luas orang Jawa di masa itu ikut tergambarkan. Sehingga, jika diperbandingkan secara sederhana, kalau Raffles dengan The History of Java berusaha memahami 'Jawa' dengan mengupas satu-persatu berbagai aspeknya, Groneman melakukan hal itu dengan membedah secara detail lewat satu aspek saja (persenjataan), bahkan satu jenis senjata saja, namun melebar pada segala kaitannya.
Memang, pertanyaannya lalu, bagaimana hal itu jadi mungkin?
Di samping tiap aspek dari sebuah kebudayaan sedikit-banyak pasti bersangkut-paut satu sama lain, hal ini menjadi mungkin, dan karena itu sesungguhnya memperlihatkan, betapa cukup pentingnya keris dalam kehidupan orang Jawa. Dan, melihat sisa tata krama dan tata nilai yang bersangkutan dengan keris, misalnya sebagai bagian dalam sistem 'kepercayaan', piyandel (peneguh hati), keprajuritan, atau pun sistem dan upacara kebesaran, rasanya hal tersebut juga berlaku bagi sebagian besar suku-suku budaya lain di penjuru Nusantara. Bahkan, melebar sampai ke Pathani di Thailand Selatan, Campa (Kamboja), Malaysia, Brunei, serta Sulu dan Moro di Filipina Selatan (Bambang Harsrinuksmo & S Lumintu, Ensiklopedi Budaya Nasional: Keris dan Senjata Tradisional Indonesia Lainnya)
Hal ini sangat jelas tercermin dalam konsep lima prasyarat kehidupan sempurna bagi seorang lelaki Jawa, yakni wisma, wanita, kukila, turangga, dan curiga (rumah, wanita, burung sebagai lambang hobi, kuda sebagai lambang kendaraan, dan keris). Oleh karena itu, dunia keris Jawa berkedudukan di pusat tradisi, sehingga setiap lelaki selayaknya memiliki; bukan sebagai sekadar senjata, tetapi terlebih lagi sebagai pengukuh identitasnya sebagai lelaki dewasa dan seorang anggota keluarga dan masyarakat yang bertanggung jawab. (Garrett & Bronwen Solyom, The World of the Javanese Keris)
Betapa pentingnya keris di dalam kehidupan orang Jawa, barangkali juga terlihat lewat banyaknya pemakaian kata keris sebagai simbolisasi. Yang paling lazim dikenal tentulah ungkapan "curiga manjing warangka, warangka manjing curiga." Sebuah paradoks mistik yang menggambarkan manunggaling kawula lan gusti, bersatunya hamba (manusia) dan Tuhan. Sebuah konsep sentral dalam mistik Jawa yang pantheistis. (PJ Zoetmulder, Manunggaling Kawula Gusti) Bahkan ada yang menafsirkan, persatuan dalam keterpisahan antara bilah keris dengan gonjo-nya (bagian bilah keris yang melintang di bagian bawah), juga melambangkan hal tersebut.
ASPEK mistik memang juga merupakan hal terpenting pada keris. Terus terang saja, yang membuat keris mempunyai tempat demikian penting di dalam tradisi kita, terutama adalah karena aspek mistik, yang terkadang 'melenceng' lebih jauh lagi, sehingga terdegradasi menjadi sekadar klenik. Bahkan, dewasa ini, ketika tempat keris yang demikian sentral di dalam tradisi kita itu sudah memudar jauh, justru aspek inilah yang tetap bertahan.
Contoh yang paling sederhana adalah, setiap menjelang pemilu, apalagi pakai ontran-ontran seperti kemarin ini, pedagang keris panen keras. Dan hal ini, tak lain dari warisan kepercayaan lama bahwa di dalam keris ada 'daya' tertentu yang dapat membuat orang sukses dalam bidang tertentu, katakanlah menjadi petinggi, jenderal, pengusaha sukses, playboy, bahkan, gilanya, juga pencuri ulung (mungkin ini kerisnya para petinggi kita yang doyan KKN itu).
Di masa lalu, kepercayaan bahwa sebilah keris mempunyai 'daya' tertentu sehingga menimbulkan legitimasi bagi seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, merupakan barang biasa. Sebagai contoh, Amangkurat II dikisahkan pernah mengirim utusan untuk 'meminjam' pusaka Puger, yakni tombak Kyai Plered dan keris Kyai Mesanular. Ketika dikirim aslinya, Amangkurat II tercekam takut, lalu marah. Ia segera mengembalikan, dan meminta pinjam kopi modelnya saja.
Kyai Plered adalah pusaka keraton turun-temurun, yang pernah dipakai pendiri Mataram, Panembahan Senapati, untuk membunuh Arya Penangsang (Jipang). Sedangkan Kyai Mesanular, menurut Groneman, adalah pusaka raja terakhir Majapahit. Oleh karena itu, Babad Keraton, menuturkan hal itu sebagai pembuka untuk tema yang akan dikembangkan belakangan, yakni Puger memang mempunyai legitimasi supernatural untuk memiliki pusaka semacam itu, yang bahkan seorang raja saja takut menyentuhnya. Maka, sahlah kalau di belakang hari, ia menjadi raja Mataram berikutnya, dengan gelar Pakubuwana I. (MC Ricklefs, War, Culture and Economy in Java 1677-1726)
Sisa kepercayaan bahwa sebilah keris membawa legitimasi pemiliknya, juga masih kita kenal dalam tradisi orang kebanyakan di desa-desa Jawa. Sebagai misal, kalau terjadi halangan hadir, karena meninggal atau bertugas jauh, perkawinan dapat tetap dilangsungkan dengan keris pusaka sang pengantin lelaki sebagai ganti/wakil kehadirannya. Setelah disuling peradaban, menjadi pengertian yang lebih simbolik, mungkin masih dalam tradisi serupa jugalah pertukaran keris dipakai sebagai lambang ikatan persaudaraan, atau keris dipakai sebagai sesajen penunggu dangau, tolak bala, dsb.
BETAPAPUN, di lain pihak, sesungguhnya mencoba menempatkan keris sebagai benda budaya belaka, sebetulnya juga sudah dapat lebih dari cukup untuk mengundang decak kekaguman; khususnya dalam keartistikannya yang subtil dan teknologinya yang canggih.
Edward Frey, pengarang The Kris, Mystic Weapon of the Malay World, berkata, kebanyakan senjata menuntut keterampilan canggih dalam kerja logam, akan tetapi keris merupakan "contoh lebih baik dari keartistikan dalam kerja logam dibanding senjata mana pun."
Terlepas dari derajat kebenarannya, memang ada perbedaan mendasar yang membedakan keris dengan senjata-senjata tradisional lainnya, yang juga dianggap canggih dan menjadi semacam 'budaya' tersendiri, katakanlah katana Jepang atau pedang Eropa. Pada umumnya, tekanan teknologi senjata tradisional lainnya adalah pada kualitas bahan, yang berpengaruh pada kekuatan dan ketajamannya, kepadatan dan kemulusan permukaannya; kesempurnaan garap, baik bentuk, garis potong dan cekungan yang rapih, sempurna, dan (pada pedang Eropa juga) simetris; lalu baru keindahan ornamen pada hulu, rangka, dan (pada pedang Persia) juga pada logam berbeda yang ditatahkan pada bilahnya (inlay). Sehingga, dapat dikatakan, tekanan utamanya lebih pada kecanggihan fungsionalnya sebagai hasil kerja logam yang terampil dan sempurna.
Pada keris, terutama yang tua, sebagian besar unsur itu ada, walau menjadi bahan pertimbangan, tetapi kualitasnya masih jauh di bawah pedang Eropa atau katana Jepang. Khususnya dalam kualitas bahan dan kesempurnaan garap. Memang pada keris-keris nom-noman, istilah untuk keris yang muncul setelah periode pecahnya Surakarta dan Yogyakarta, atau lebih dikenal dengan istilah keris PB (Paku Buwana) dan HB (Hamengku Buwana), hal-hal tersebut juga semakin ditingkatkan.
Akan tetapi, di lain pihak, tekanan artistik pada keris dapat dikatakan bersifat menyeluruh. Stilisasi bentuk dan ornamentasi bukanlah sekadar pada hulu, cincin hulu ataupun rangkanya, tetapi juga sudah mulai dari penggarapan bilahnya. Dapatlah dikatakan, pada keris, sejak awal tak dapat dipisahkan antara kecenderungan kerja artistik dengan tujuan fungsionalnya. Jadi, semua unsur pada bilahnya, di samping punya makna mistis-simbolis, juga mengandaikan upaya pencapaian estetis. Di samping mistis, dapatlah dikatakan, keindahan itu sendirilah salah satu tujuan pembuatan keris.
Sebagai contoh, bilahnya rata-rata condong ke depan (kecuali keris Bali dan sundang Moro yang relatif tegak). Kecenderungan ini, ditambah dengan hulunya, yang pada keris Bugis dan Melayu bahkan sangat melengkung, menyulitkan untuk memegang erat. Atau tepatnya, ada cara tersendiri untuk memegangnya, yang kerap diistilahkan seperti memegang telur, jadi tidak kendur, tetapi juga tidak erat menggenggam seperti memegang pedang. Dengan demikian, keluwesan mengendalikan arahnya lewat pergelangan lebih utama dibanding keeratannya. Sulit membayangkannya dipakai gerakan menyabet, yang dengan sendirinya sangat bertenaga, seperti pada pedang.
Tersirat jelas betapa keris pastilah senjata tusuk, dan lebih dipergunakan dalam personal combat dibanding pertempuran nyata, terlebih lagi yang kolosal, yang tentu lebih membutuhkan senjata yang bersifat multi-purpose macam pedang. Struktur bilah dan hulu keris secara langsung membuat batasan pada cara pemakaiannya.
Barangkali, hal inilah yang menyebabkan, keris tak tampak dipakai pada latihan ilmu bela diri tradisional kita. Memang, para pakar keris juga beranggapan, keris bukan diciptakan untuk perang; kalaupun terpaksa, lebih sebagai senjata darurat. Bahkan, ada yang percaya bahwa keris hanya dipakai membunuh lawan yang kita hormati.
Dari sudut estetik, struktur bilah yang condong, dan cenderung asimetris itu, sudah memperlihatkan kecenderungannya yang stilis. Upaya mensetimbangkan komposisinya, lantas dilakukan tidak dengan membuat unsur-unsur yang serupa, dan sama besar bobot dan iramanya. Kalau tiga perempat bilah ke atas dibuat sepenuhnya simetris, pada kedua sisi dari bagian bawah, kesetimbangan justru dicapai dengan unsur-unsur yang sepenuhnya berbeda, seperti bobot dan irama, namun ditakar sampai setimbang. Jadi konsep estetikanya, mirip kesetimbangan asimetris pada ikebana (seni merangkai bunga) Jepang.
Sebagai contoh, gandik (muka bagian bawah) dibikin pendek, kaku, dan tebal. Jadi kesannya berat dan formal. Bahkan, pada beberapa dapur, ada semacam belalainya (kembang kacang) dengan duri-duri kecil di bawahnya (jalen dan lambe gajah), yang membuat kesan tambah necis dan formal. Barangkali dapat diibaratkan seperti tambahan dasi dan penjepitnya pada sebuah setelan lengan panjang. Sementara, profil luar dari bagian belakangnya melandai panjang (wadidang sampai buntut urang) yang memberi kesan ringan, ramping, berirama. Ditambah lagi duri-duri kecil berbentuk huruf Jawa da, duri pandan, terkadang juga lengkungan pada buntut urangnya, yang ornamentik. Pada tampak depannya, ada torehan sraweyan pipih melandai, yang semakin mengesankan ringan berirama. Jadi, sebaliknya, stilis.
Sungguh model kesetimbangan yang subtil, yang lebih banyak membutuhkan kepekaan perasaan, dibanding kesetiaan pada patokan-patokan. Masih banyak lagi model komposisi asimetrisnya yang lebih kompleks. Bayangkan, hanya pada bagian bawah, sor-soran, yang tingginya setelapak tangan, terdapat lebih dari 20 ornamen, yang punya makna dan nama sendiri-sendiri. Dan semua itu, sama sekali tak punya sangkut paut dengan fungsinya sebagai senjata tikam, tetapi lebih sebagai unsur estetis, dan terutama mistis-simbolis.
TEKANAN artistik tersebut lebih mencolok lagi dengan adanya hiasan di sepenuh bilah, yang berupa pola-pola lipatan lapisan-lapisan besi. Pola-pola yang timbul ini merupakan bagian langsung dari proses penempaan, dan bukan karena diukir, dilapisi ataupun di-srasah. Dan, bersifat sengaja, dalam arti direncanakan pilihan pola-pola bentuknya. Inilah yang dikenal dengan teknologi pamor.
Secara sederhana, pola-pola pamor itu dibuat dengan menyatukan lewat proses penempaan berulang-ulang lempengan besi dengan lempengan senyawa logam lain, sehingga membentuk puluhan, ratusan, bahkan ribuan lapisan-lapisan logam berbeda yang berselang-seling. Lalu, secara garis besar, ada beberapa teknik untuk membuat lapisan-lapisan ini membentuk pola tertentu, antara lain, dipasang datar lalu di-drip (ditetak) besi tumpul dalam berbagai gaya; dipasang menyisi horizontal, diagonal atau vertikal, dengan tambahan teknik lipatan, belahan ataupun langsung; dipasang setelah lebih dahulu dipuntir; atau dipuntir lalu dijepit maupun dipasang dengan teknik belahan.
Pola-pola tersebut muncul akibat perbedaan kepekaan antara lapisan-lapisan kedua senyawa logam tersebut terhadap campuran cairan asam jeruk nipis dengan warangan. Lapisan dari senyawa yang unsur besinya dominan, akan lebih cepat bereaksi sehingga 'terbakar' hitam. Sebaliknya, lapisan bahan pamor, yang menurut penelitian merupakan senyawa kapur, titanium, besi, zirkonium, niobium, dan terkadang juga nikel, kurang peka terhadap cairan tersebut, sehingga tetap putih keperakan. (Haryono Arumbinang M Sc, dkk, Tosan Aji Ditinjau Secara Metalurgi) Dengan demikian, tampillah pamor yang berbelang-belang hitam-putih dengan pola-pola indah, dan dipagari warna kelabu baja dari sisi tajamnya (slorok-nya).
Kalau ada yang harus dibanggakan dari pembuatan keris sebagai salah satu hasil budaya adiluhung bangsa kita di masa lampau, tentulah teknologi pamor ini. Para ahli memberi tiga catatan terhadap teknik pamor ini. Pertama, secara tak sengaja memakai titanium, bahan logam modern yang lebih keras, bertitik lebur lebih tinggi, tetapi justru lebih ringan dari baja. Di dunia modern, logam ini antara lain dipakai untuk badan pesawat udara. Lalu, kedua, kesadaran memakai teknik lapisan-lapisan, yang terbukti membuat satuannya menjadi lebih pejal untuk ketebalan yang sama. Dan ketiga, merancang pola-pola yang unik-menarik sebagai hiasan logam yang menyatu tak terpisah dengan bahan pokok senjatanya, yang jelas merupakan suatu pencapai artistik dan teknik tempa yang mengagumkan.
Terlebih lagi, teknologi ini betul-betul asli Nusantara. Sejauh ini, belum diketemukan adanya budaya bangsa lain yang juga memakai teknik pamor serupa untuk pembuatan senjata, atau perabot lainnya.
Memang, dalam bahasa Inggris, besi berpamor semacam ini disebut sebagai damascus steel, karena dipersamakan dengan ornamen logam pada pedang-pedang Persia lama, yang beribu kota Damaskus. Akan tetapi, teknik ornamen pada pedang Persia sebetulnya lebih merupakan inlay dan bukan pamor. Teknik ini juga dipakai untuk memberi hiasan tambahan pada keris, dan dikenal dengan istilah srasah. Cara pengerjaannya pun sangat berbeda, yakni dengan menorehkan ornamen tertentu pada bilah pedang, lalu mengisi torehan dengan logam yang lain warnanya, misalnya emas, sebelum meratakannya kembali.
TENTU saja konsep estetik asimetris bukanlah spesifik budaya keris. Banyak senjata bangsa lain menerapkan model kesetimbangan tersebut. Akan tetapi, penelitian sejauh ini membuktikan, bentuk keris sebagai senjata merupakan budaya asli Nusantara. Bahkan di India, yang di masa lampau punya banyak sangkut-paut piutang kebudayaan dengan kita, sama sekali tak ditemukan jejaknya.
Mengingat adanya migrasi bertahap dari Asia daratan ke kepulauan Indonesia di masa prasejarah, ada yang mengaitkan kemiripan keris sajen, keris berhulu patung manusia yang sering disalahtafsirkan sebagai keris Majapahit, dengan pisau Dong-Son dari Annam, selatan Hanoi. (Edward Frey, The Kris...) Bahkan, ada yang mencoba menyejajarkan 'cundrik Majapahit' ini dengan irama stilisasi rencong Aceh, kudi daun, kudi trancang, belati yagatan dari Timur Tengah, dan sebuah belati prasejarah tembaga yang diketemukan di Belanda (Majalah De Kris, No 3). Akan tetapi pandangan-pandangan ini terlalu spekulatif, karena langkanya bukti fisik ditemukan di Nusantara. Terlebih lagi, pisau Dong-Son adalah hasil seni cetak logam, bukan seni tempa pamor, dan dari zaman yang berbeda: perunggu.
Sejauh ini, catatan tertulis paling tua yang menyebut mengenai 'kres' datang dari tahun 824 M, yakni pada prasasti Karang Tengah. Betapapun, memang masih terlalu sedikit yang kita ketahui mengenai asal-usul benda ini, untuk mengetahui lebih jelas bagaimana pada masa yang demikian purba nenek moyang kita bisa menghasilkan teknologi tempa dan mencapai konsep artistik yang demikian canggih.
Meskipun demikian, kita tahu kesenian ini mengalami puncak keemasannya pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Hal ini bukan saja kita saksikan langsung lewat peninggalannya, namun juga lewat pujian tertulis Ma Huan, yang kebetulan melihatnya, dalam Yingyai Sheng-lan (1416). Tuturnya, "Senjata ini mempunyai garis-garis dan bunga-bunga putih dan terbuat dari baja terbaik; hulunya dari emas, cula badak, dan gading, yang dipahat dalam sosok manusia atau setan, dan dengan garapan akhir yang seksama." (S Lumintu, Ensiklopedi...) Ma Huan juga menuturkan betapa hampir semua lelaki memakainya, sejak anak-anak, bahkan sejak umur tiga tahun.
Dengan demikian jelaslah, keris pada masa itu sempat menjadi atribut sehari-hari bagi semua lelaki. Dan, kalau kita bandingkan dengan keris jalak Buddha yang tak berpamor, yang diperkirakan pembuatannya beberapa abad sebelumnya, pada masa Majapahit ini keris jelas sudah berpamor indah seperti dewasa ini. Serta, sudah dibuat dengan baja bermutu tinggi. Semua hal yang membuat kita terheran-heran menyaksikannya sekarang, karena keris-keris dari periode berikutnya, yang seharusnya sudah lebih modern, justru mempunyai kualitas bahan dan penggarapan yang jauh di bawahnya. Ada yang memberi rasionalisasi, barangkali karena sebagai negara yang jaya, mereka sanggup mengimpor besi dari negara seberang. Begitu pula, sebagai negara yang mempunyai pemerintahan panjang, mereka sempat mengakumulasi pencapaian-pencapaian tinggi dalam berbagai bidang.
Pada dasarnya, sejak itu keris tak pernah mencapai masa keemasannya kembali. Memang, para pencinta keris sering menyebut masa Sultan Agung sebagai masa pemassalan keris. Begitu pula, era nom-noman, yakni masa setelah pecahnya Surakarta dan Yogyakarta tahun 1755, sebagai puncak baru pecapaian estetika keris. Akan tetapi, perpaduan kedua unsur itu, massal dan kesempurnaan estetis, memang sulit memuncak seperti masa keemasannya lagi, terutama karena kemunduran yang semakin parah dari kekuasaan kerajaan-kerajaan di nusantara, yang berarti juga kemunduran kemiliterannya, di mana keris merupakan salah satu penunjangnya.
Pada era PB, memang terjadi kemajuan 'kualitas' mencolok dalam garap (pembuatan) dan bahan. Terjadi eksplorasi estetik baru, yang antara lain menghasilkan sejumlah dapur (sosok) baru; ricikan (detail) yang semakin tegas-dalam, rapi, beragam; eksperimentasi garap dan model baru pamor; serta stilisasi baru yang memasukkan ukuran sedikit lebih besar, serta suasana necis dan gagah. Sedang dari segi bahan, semakin jelas terjadi kontrol kualitas lebih ketat atas bahan pamor dan bajanya. Akan tetapi, juga pada masa inilah keris perlahan-lahan kehilangan peran sentralnya dalam kebudayaan kita, karena dilucuti secara fungsional, dari sebagai senjata, baik dalam arti fisik maupun spiritual, menjadi sekadar perabot seremonial yang cuma diagul-agulkan berlebihan.
Tak jelas apakah hal ini, yang juga diikuti 'kemajuan' dalam bidang seni lainnya, seperti sastra dan tari, bersangkut paut dengan tema lanjutan inward looking, yang lalu menghasilkan perumitan dalam segala bidang, akibat semakin berkurangnya ruang gerak para elite Jawa di masa itu pada bidang pemerintahan dan militer. Akan tetapi, di masa itu cengkeraman Belanda memang sudah semakin menjadi, dan wilayah kekuasaan kedua kerajaan (bekas Mataram) itu sudah menyusut jauh tinggal Bagelen, Kedu, Surakarta, dan Yogyakarta saja. Lebih lanjut, masyarakat Jawa bahkan mengalami demiliterisasi total akibat Pax Nederlandica pada abad ke-19. Dan, bagi Ricklefs, kemungkinan hal-hal inilah yang ikut mendorong elite Jawa melarikan diri pada perumitan estetik protokoler dan tata krama, termasuk 'peningkatan' penilaian kultural terhadap keris.
Dengan ini, zaman rupanya mulai menanamkan bibit kepudaran keris. Masalahnya, para petinggi kerajaan, yang masih memesan keris sebagai klangenan (hobi), dan karena itu langsung maupun tidak ikut menjadi pendukung finansial para empu, jumlahnya jelaslah sangat terbatas. Terlebih lagi, seperti digambarkan Groneman, kesulitan ekonomi menyeluruh, yang berikutnya melanda kerajaan-kerajaan yang bangkrut itu, berdampak berat juga terhadap para priyayi ini.
Akan tetapi, yang lebih mendasar barangkali ialah, baik dalam pengertian fisik maupun spiritual, keris tetaplah senjata. Oleh karena itu, nasibnya secara lebih massal, tentu sejajar dengan keadaan kemiliteran pada masanya (Banyak sumber, misalnya, memperlihatkan bahwa keris merupakan perangkat senjata inventaris resmi bagi para prajurit Mataram). Oleh karena itu, tak terlalu mengherankan jika sepanjang abad ke-19 kita menyaksikan kemerosotan yang drastis dari seni tempa ini, sejajar dengan semakin terpuruknya kerajaan-kerajaan kita akibat hegemoni Belanda, dan khususnya demiliterisasi masyarakat Nusantara sebagai akibatnya.
Situasi inilah yang ditangkap dan diprihatini Groneman ketika menjadi parah seabad kemudian. Jawaban atas 500 kuesioner yang disebar Residen Couperus atas permintaannya memperlihatkan, 21 kota di Jawa masih punya penempa pamor tetapi tinggal hanya bekerja kalau ada pesanan, 42 distrik yang dulu punya tetapi saat itu tidak lagi, dan 81 distrik bahkan sudah lama tak tahu-menahu.
Dan sekarang, kita menjadi saksi, betapa imbauan Groneman yang romantis itu, yang meminta semua pihak menyumbang dalam menghidupkan kembali seni tempa ini, ternyata tak berarti. Saat ini, keadaan jauh lebih parah lagi: hanya tinggal seorang empu profesional di Yogya, beberapa empu pesanan dan empu belajar di Solo, serta beberapa empu pengrajin kodian di Aengtongtong, Gresik, Madiun, dan Malang.
Keris sebagai alat, sebagai benda budaya, betapapun adalah wujud hasil sebuah teknologi. Dan, teknologi senantiasa berdimensi waktu. Dengan demikian, penyebab kepudaran keris yang lain-lain, walaupun juga nyata, bisa dikesampingkan. Yang pokok, sebagai hasil teknologi, betapapun kita kagumi, segera menjadi tidak kontekstual lagi dengan zamannya, sesegera itu pula ia ditinggalkan. Masalahnya, terkadang, kekaguman berarti berhenti, sementara waktu tidak. Keris segera, dan sudah, menjadi masa lalu.
Sementara itu, dari hari ke hari, dari seorang pedagang ke pedagang lain, dari satu kolektor ke kolektor lain, kita menyaksikan tingkat keausan, karat, bahkan kerusakan total yang semakin merata dan tak tertanggulangi, baik karena buruknya perawatan, rendahnya pemahaman, maupun brengseknya keisengan. Jam mundur keris sudah lama berdetik. Kalau dianggap masih sepantasnya harus dikagumi sebagai sebuah pencapaian tinggi nenek moyang kita, barangkali kecintaan terhadap keris sudah membutuhkan redefinisi: konservasi, bukan sekadar koleksi.
Budiarto Danujaya
http://heritageofjava.com















